THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Selasa, 23 Februari 2010

cina

Ita Zura Na Kiss Versi Korea ?!

tahun ini rumah produksi 'Group Eight' sukses besar berkat Boys Before Flowers (BBF) yang diadaptasi dari komik jepang Hana Yori Dango (HYD),
Demam BBF merajarela di penjuru asia. kesuksesan ini sangat dirasakan oleh rumah produksi 'Group Eight'sebagai perusahaan yang membidani serial
korea yang dibintangi oleh Goo Hye Sun, Lee Min Hoo, Kim Hyun Joong, Kim Bum, dan Kim Joon.



tp kesuksesan ini tidak akan selamanya bertahan, pihak kreatif 'Group Eight' telah mempunyai antisipasi untuk tetap berjaya. salah satunya membuat sesuatu hiburan yang hampir sama seperti serial BBF. dengar kabar 'Group Eight' sedang melirik dorama jepang Ita Zura Na Kiss yang juga diadaptasi dari komik jepang yang berjudul sama Ita Zura Na Kiss. tak mau ketinggalan sama negara asia lainnya 'Group Eight' akan membuat Ita Zura Na Kiss Versi
Korea, wah.. kabar baik nih bagi seluruh pencinta drama korea.


Ita Zura Na Kiss, ada yang sudah pernah nonton? saya sudah.. dulu pernah diputar diindosiar lho tahun 2002.
dorama jepang ini diangkat dari manga(komik) karangan Mangaka Kaoru Tada, Karakter Kotoko (diperankan oleh Aiko Sato) sebagai gadis dungu, energik,
sangat ceroboh, ambisius, agresif, dan duduk dikelas 3F ini sangat menyukai Irei Naoki (diperankan oleh Takashi Kashiwabara) dari kelas 3A, laki-laki super genius,
ganteng, dan sangat populer disekolahnya. ga kebayang bagaimana usaha kotoko untuk mendapatkan hati Naoki yang sangat dingin, 'es batu' kali dingin? he he he..

Tahun 2005, muncul lah versi taiwannya yang berjudul It Started With a Kiss. serial ini juga pernah tayang di Jak-TV dan diindosiar lho..
dibintangi oleh Joe Cheng dan Ariel Lin. dibuat juga sekuelnya yang berjudul They Kiss Again dengan pemain yang sama, Joe Cheng dan Ariel Lin.










kalau dibandingkan mana yang lebih bagus? ya dua-duanya bagus.. coz mempunyai ciri khas dari negara masing-masing.
Ita Zura Na Kiss mempunyai ciri dorama yang sangat komikal, lebay, dan konyol. ya begitulah ciri khas dorama komedi jepang ^^
nah klo It Started With a Kiss ini lebih dramatis tapi juga masih ada lucunya, sama seperti Meteor Garden ciri khas serial taiwan.

klo diperhatikan polanya sama seperti BBF? BBF juga diambil dari manga jepang, terus sudah dibuat versi jepang n' Taiwannya terlebih dahulu,
wah.. ga pernah terlintas dibanyangan saya, akan dibuat Ita Zura Na Kiss Versi korea, seperti apa ya..? apa sama seperti BBF? hu.. jd penasaran nih.. T.T

lalu siapa pemainnya ya? ??
di Korea, kabar ini sudah membuat penggemar heboh sendiri menentukan kandidat siapa Aktor dan Actris yang cocok bermain diserial yang belum tau judulnya apa?
apakah pasangan Lee Min Hoo dan Goo Hye Sun akan tampil diserial ini? ?? banyak yang memilih pasangan ini lho..
ya.. klo benar-benar terpilih, wah... senangnya bisa melihat meraka lagi ^o^


ditunggu, ditunggu kabar selanjutnya...

1 Comment:

  1. siwonlover said...
    boleh opini ya, kalu menurut sy Choi Si Won lbh cocok jadi Irie Naoki,dia jg kandidat pemeran BBF kemarin,tetapi karena sibuk dgn konser , jd tidak bisa.
    Choi Siwon cocok memerankan Irie Naoki, krn extremely handsome, punya karisma n prince aura nya kuat sekali. Sampe Andy Lau memuji aktingnya sewaktu main film bareng dia. Kalau tidak tahu seperti apa siwon, boleh mampir ke blog sy ^^
    salam ^^
http://eundhinie.blogspot.com/2009/09/ita-zura-na-kiss-versi-korea_07.html



http://www.youtube.com/watch?v=T-JMDrdw1u4&feature=popular

indonesia

Nasib Film Komedi Indonesia

By Hendra Veejay On 15 Aug 2009 With No Comment

film komedi indonesiaMembandingkan film-film komedi Indonesia memang rasanya tidak terlalu menarik, terutama di era tahun 2000-an. Sebagian besar film komedi yang muncul ke layar lebar, tidak jauh dari tema-tema komedi nakal. Kalaupun ada yang berusaha menjauh dari tema tersebut, yang keluar malah komedi jadul yang jelas tidak lucu lagi. Untuk kategori terakhir, beberapa contohnya adalah film Lima Sehat Empat Sempurna dan Kejar Jakarta.

Khusus untuk Kejar Jakarta, sebenarnya penonton berhak untuk berharap banyak. Selain didukung para komedian Project Pop, Bayu Sampurno sang produser pun menyatakan bahwa filmnya termasuk ke dalam tipe “smart comedy”, satu genre komedi yang sebenarnya belum ada.

Tapi yang dimaksud smart oleh Bayu ternyata film yang memang ditujukan untuk penonton menengah ke atas. Bila tidak, jelas tidak akan bisa tertawa karena film ini sebenarnya tidak lebih dari candaan-candaan basi.

Memang kelemahan humor salah satunya lucu ketika didengar pertama kali, dan hal inilah yang sering terjadi di film komedi Indonesia. Biasanya, untuk menutupi kelemahan tersebut, ada dua hal yang diangkat oleh filmmaker. Pertama, karakter, yang entah kenapa selalu, waria atau laki-laki gemulai yang kerap dijadikan sasaran ejek. Kedua, dilibatkannya dalam film seseorang yang “digelari” komedian.

Masalahnya, setelah era Warkop DKI dan Benyamin S, belum ada lagi aktor atau aktris yang pantas disebut komedian di Indonesia. Di luar negeri, tentunya kita kenal nama-nama seperti Jim Carrey, Eddie Murphy, Adam Sandler atau Lisa Kudrow. Sementara dari Asia, rasanya cukup diwakili oleh Wu Meng Ta dan Stephen Chow. Karena ketiadaan komedian lokal ini, banyak akting komedi yang terasa kabaret dari pada film.

Komedian vs. Script

Di bioskop Indonesia bulan Juli 2009, muncul beberapa film komedi. Dua film yang rasanya pantas untuk dibandingkan adalah Tarik Jabrix 2 (TJ2) dan Punk In Love (PIL). Diambilnya contoh dari kedua film ini lantaran keduanya berbeda dan mewakili masing-masing jenis komedi khas film Indonesia.

Misalnya saja dari sisi kekuatannya. Film TJ2 memanfaatkan komediannya, dalam hal ini kelompok The Changcuters. Sementara PIL, lebih mengutamakan kekuatan script tapi tidak didukung komedian. Dari kultur pun TJ2 masih membawa kultur Jawa Barat sementara PIL membawa kultur Jawa Timur.

Bicara tentang kultur pun, PIL sebenarnya menyajikan sesuatu yang unik. Di saat kebanyakan film komedi Indonesia berlatarkan Jakarta, namun PIL berani menawarkan sesuatu yang lain.

Menonton kedua film tersebut, sebenarnya kita akan mendapat suatu hal yang tidak sekedar komedi. Menurut Adistya (21) dan Alenina (27) yang keduanya adalah pemerhati film, semua film tersebut menyajikan budaya dan pemandangan alam yang khas. Dalam hal ini, kultur Jawa Barat dan Jawa Timur.

Menurut mereka, secara nilai kedua film ini tidak berbeda jauh. Tapi sebenarnya, PIL memiliki nilai lebih lantaran kekuatan film ini ada pada script. Inilah yang seharusnya dicari oleh para filmmaker yang berniat membuat film komedi.

Memang dalam film komedi sering kita lihat aktor-aktor yang mencoba berkomedi, seperti Aming, Komeng, Mandra, Desta, Tora Sudiro, Agus Ringgo, bahkan akhir-akhir ini Candil “Serieus” mulai mencoba peruntungannya lewat film komedi. Namun, tetap saja mereka belum bisa tampil dengan kekuatan komedi yang dibutuhkan penonton. Terlebih lagi, pemain seperti Tora Sudiro atau Agus Ringgo, kerap kali mencoba juga mengambil beberapa peran non-komedi. Artinya yang butuhkan oleh film komedi Indonesia adalah script yang kuat, bukan hanya komedian.

Hal inilah yang coba dijawab PIL, dan sejauh ini rasanya berhasil. Buktinya, beberapa penontonnya berpendapat bahwa film ini bagus dan penuh humor. Beberapa orang bahkan memuji aksen Jawa Timur yang dipakai di sana. Sebaliknya, TJ2 malah kehilangan kultur Sunda-nya ketika latar cerita dipindah ke Jakarta.

Namun, secara garis besar, kedua film komedi ini punya nilai lebih yang kurang lebih sama. Hal ini disebabkan lantaran keduanya tampil dengan kekuatan berbeda. Tapi ada satu hal yang sama, mereka menyuguhkan lebih dari sekedar komedi. Mereka memiliki script dan kultur yang menarik untuk disuguhkan. Semoga ini juga jadi perhatian semua film komedia Indonesia kedepannya.


http://salmanfilms.com/2009/08/15/nasib-film-komedi-indonesia/

benjamin sueb


http://www.youtube.com/watch?v=ElxXDT8S7-Y

itali

spanyol

http://www.youtube.com/watch?v=VmzSzNTv3wg

Situs Berita Katolik-Bulir Kasih

“Pada waktu itu berkatalah Yesus: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil.” Matius 11:25

berita katolik-13thday fatima film

Berdasarkan memoar Suster Maria Lucia de Jesus dos Santos, dan ribuan saksi mata yang independen, The 13th Day adalah cerita dramatis tentang pengalaman hidup tiga anak gembala pada rentang waktu bulan Mei dan Oktober 1917.

The 13th Day, film besar pertama yang disutradarai oleh Ian dan Dominic Higgins, diawali dengan adegan Suster Maria Lucia de Jesus dos Santos yang mengingat peristiwa-peristiwa yang terjadi antara 13 Mei 1917 dan 13 Oktober 1917 di Cova da Iria (Cove dari Irene) daerah Fatima, Portugal. Berlatar tahun 1937 dan Suster Lucia, di Biara Ponteverde, telah diminta oleh atasannya untuk menuliskan peristiwa yang dikatakan telah “mengubah hidupnya selamanya.”

Suster Lucia menceritakan waktu terjadinya peristiwa, ditunjukkannya bahwa ini berlangsung selama periode kekacauan besar – saat Perang Dunia Pertama di Eropa dan revolusi Komunis di Rusia.

Lucia memperkenalkan penonton kepada sepupunya, dua saksi mata lainnya, Francisco dan Jacinta. Ketiga anak tersebut merupakan saksi mata penampakan Bunda Maria di Cova. Kepercayaan mereka yang sangat besar terhadap kejadian penampakan Bunda Maria kepada mereka tidak selalu mendapatkan dukungan yang baik, namun juga pertentangan dan permusuhan, seperti yang dilakukan Ibu Lucia Maria Rosa (diperankan oleh Jane Lesley), dan Walikota Arturo de Oliveiro Santos (diperankan oleh Tarek Merlin).
Dalam setiap penampakannya, Bunda Maria selalu memberikan sebuah pesan kepada ketiga anak tersebut.
Pada bulan Agustus, anak-anak diculik oleh walikota dan dibawa ke Ourem. Di penjara, kesalehan anak-anak itu membuat tahanan lain terkesan, dan berakhir dengan berdoa bersama dengan mereka.

Dalam salah satu film adegan paling mengharukan, semua tiga anak itu dengan berani memutuskan menghadapi kematian daripada mengungkapkan rahasia Bunda Maria. Pada akhirnya mereka dibebaskan.


http://www.bulirkasih.com/2009/11

spanyol

Mr Bean Jadi Perdana Mentri Spanyol


beanAda-ada saja ulah hecker, dengan keahliannya para hecker dapat saja menembus sistem keamanan sebuah jariangan atau dapat memasuki dan mengacak-acak isi sebuah website yang memiliki keamanan yang super ketat. Hal inilah yang dialami oleh website resmi pemerintahan spanyol yaitu foto diri sang Perdana Menteri diganti dengan foto tokoh komedi Mr Bean (Komedian asal Inggris Rowan Artkinson).

Atas aksi pelecehan di website tersebut pemerintah Spanyol telah berupaya untuk mengembalikan halaman website dalam bentuk normal. Hal ini disebabkan serangan hacker juga mempengaruhi sistem keamanan website yang dibangun secara khusus untuk merayakan enam bulan kepemimpinan Spanyol dalam Uni Eropa. Demikian diberitakan Sky News, Selasa (5/1/2010).

Walaupun cuma beberapa saat banyak sekali tanggapan dan pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat kepada Perdana mentri Spanyol, hal ini secara tidak langsung membuat perdana mentri agak sedikit malu.

Selama beberapa tahun terakhir tokoh PM Zapatero memang seringkali diolok-olok mirip dengan tokoh komedi Mr Bean. Kritik terbaru atas Zapatero tampak pada surat kabar El Pais, yang menampilkan karikatur Zapatero sebagai Mr.Bean. Memang dalam beberapa pose PM Zapatero mirip sekali dengan Mr Bean.

Kritik di surat kabar El Pais tersebut diikuti dengan sebuah artikel yang menyoroti upaya pemerintah Spanyol dalam mengatasi kesulitan ekonomi. Artikel tersebut juga menyoroti kinerja pemerintahan Zapatero dalam menghadapi naiknya angka pengangguran hingga mencapai 19 persen.

Kalaupun memang benar terjadi spanyol di pimpin oleh seorang Mr Bean maka dapat kita bayangkan betapa lucunya tingkah dari PM Bean, Dari mengendarai Mobil kecilnya sampai berbicara dengan gaya khasnya yang didampingi oleh boneka beruang berwarna coklat miliknya!

Ternyata ulah hecker menciptakan suasana dan sekaligus promo gratis bagi pihak lain!…………

http://pandjiwinoto.co.cc/2010/01/29/mr-bean-jadi-perdana-mentri-spanyol/

http://www.youtube.com/watch?v=uL6EtdH3bho&feature=PlayList&p=5CD202ED1E717EFF&playnext=1&playnext_from=PL&index=38



india

RangDeBasantiHomepagePic2

Sinopsis :

Tayangan drama komedi India bersama bintang Aamir Khan, Siddharth, Sharman Joshi dan Kunal Kapoor, bercerita mengenai kaum muda yang ada di India pada masa kini. Seorang remaja putri bernama London yang berprofesi sebagai pembuat film memiliki peluang untuk membuat sebuah film yang didasari atas buku harian kakeknya yang bertugas di sebuah angkatan kepolisian Inggris yang berada di India selama masa perjuangan kemerdekaan.

Karena tertarik dengan kenangan tersebut, ia pun berencana untuk membuat sebuah film mengenai revolusi India yang diambil dari buku harian tersebut. Ia pun pergi ke Delhi dan mengambil sebuah kelompok yang terdiri dari lima orang teman-temannya untuk memainkan perang yang cukup penting tersebut.

Namun sayangnya, karena jaman sudah modern, maka kelima pemain tersebut menolak untuk menjadi bagian proyek London itu karena mereka tidak memiliki identitas dari karakter tersebut dari masa lalu.

Tidak mengherankan, mengingat bahwa mereka sudah menjadi bagian dari generasi dalam budaya konsumtif. Untuk masalah seperti patriotisme dan membela orang lain adalah hal yang membosankan seperti dalam buku. Mereka bukan bagian dari orang-orang yang punya jiwa patriotisme.

Lagu dengan format mp3 128 Kbps :

  1. Ik Onkar
  2. Khalbali
  3. Khon Chala
  4. Lalkaar
  5. Lukka Chuppi
  6. Paatshala (Be A Rebel)
  7. Paatshala
  8. Rang De Basanti
  9. Roobaroo
  10. Tu Bin Bataye

Cara download : klik kanan pada link diatas lalu pilih save target as / save link as. Disarankan memakai software download manager misal IDM dan sejenisnya, gunakan klik kanan lalu download, setelah itu tunggu berberapa saat sampai selesai.

Selamat mencoba dan menikmati lagu-lagu dari OST Rang De Basanti…….

http://rahmanberau.wordpress.com/2009/05/

india

http://www.youtube.com/watch?v=say9MsdpGXs


amerika

Steve Martin Ingin Biayai Drama Kontroversial

Minggu, 15 Maret 2009 | 16:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta : Aktor komedi Amerika, Steve Martin, yang pernah membintangi Dirty Rotten Scoundrels dan Pink Panther berniat membiayai sebuah pertunjukan teater oleh murid-murid sebuah sekolah menengah di negara bagian Oregon Amerika Serikat yang dilarang oleh dewan sekolah karena protes dari para orang tua.

Pertunjukan yang dilarang itu adalah Picasso at the Lapin Agile, sebuah naskah yang ditulis tahun 1993 tentang perbincangan khayal antara pelukis Spanyol Pablo Picasso dan ilmuwan Jerman, Albert Einstein di sebuah bar. Mereka mendiskusikan persamaan proses kreatif yang menimbulkan lompatan imajinasi yang tinggi dalam seni dan ilmu pengetahuan menggunakan wanita sebagai objek perbincangan.

Para orang tua dilaporkan keberatan pada dialog-dialog “kotor” yang harus diucapkan anak-anak mereka yang berusia antara 16 dan 17 tahun dalam memainkan pertunjukan teater itu dan menyerahkan petisi yang berisi 137 tanda tangan.

Steve Martin mengatakan ia bisa mengerti keberatan para orang tua tetapi ia juga mengatakan bahwa apa yang akan dilihat para remaja dalam pertunjukan itu bisa menimbulkan inspirasi yang berarti, bukan sekedar merusak pikiran mereka.

Mahasiswa di Eastern Oregon University mendukung ide itu dan mahasiswa dari kubu demokrat menggalang dana untuk pertunjukan itu.


http://www.tempointeraktif.com/hg/budaya/2009/03/15/brk,20090315-164791,id.html

komedi
http://www.youtube.com/watch?v=11VwGlRI8Zg


lord of the ring


"One ring to rule them all, one ring to find them, one ring to bring them all, and in the darkness bind them."

This prophetic utterance comes from J.R.R. Tolkien's masterpiece, The Lord of The Rings. In Tolkien's missive, the dark lord Sauron had bound up his power in a ring tha
http://republicansforrenewal.ning.com/


http://www.youtube.com/watch?v=a2-t4_qKPSo